December 19th, 2009 by Abdul Azis in Karya Sastra, Puisi
Guratan Hati : Abdul Azis Sayap-sayap indah Pelibur kelam Damaikan kala senja Hamba seorang diri Di balut seribu kupu menari Menanti Mengangkat kaki Menari Hentakan kegalauan hati Bulan menyanyi Hamba terus menari Kaki-kaki melayang Terbang Melalang Peraduan merpati Berputar dalam simfoni kebahagiaan Menari-nari Kunang datang Hamba menari Kelip redup Hamba terbang Melepas kelam Menghempas awan-awan Menari-nari Menari… Menari…. selengkapnya »
Tag:
December 17th, 2009 by Abdul Azis in Award, Gosip'e Cosmorary, Serba-Serbi
Assalamua’alaikum warahmatullahi wabarakatuh (wahai yang muslim)… Salam ‘Blog’!! (untuk semua gitu lho…) Prikitiew!! Prikitiew!! Prikitiew!! AWAS ada Sundel Boeleng… Hehehe… Hi, bagaimana kabar semua? Buyutnya Cosmorary hadir kembali nih, nongol lagi setelah ber’era-era’ melakukan meditasi (baca: semedi) di ranah pelosok slawi… . Semedi? Semedi apa? Semedi pesugihan, pak? Kok, baru nongol sekarang…? Hemh, rasanya saya memang sudah lama sekali tidak berjumpa dengan [...] selengkapnya »
Tag:
October 23rd, 2009 by Abdul Azis in Karya Sastra, Puisi
Gurat dan Kepicikan Hati Abdul Azis (Diinspirasi dari goresan hati seorang teman) — avior clef — Nikmatnya jadi anak orang kaya Servisnya tentu merek istana Jabatana setara putera mahkota Punya kasta pastilah dipuja tetangga Tatkala perut bernyanyi, daging dan keju pun tancap gigi Mata ngiler, barang di iklan langsung disorder Sakit urat? dokter darurat langsung ngecek up Semua serba kilat Aku iri atas itu segala Rasanya damai [...] selengkapnya »
Tag:
October 18th, 2009 by Abdul Azis in Karya Sastra, Puisi
Guratan hati : Abdul Azis Saya ada karena mereka Saya syukur atas mereka Tapi saya benci atas mereka Tapi saya dengki atas mereka Mereka seolah senjata Yang paling punya kuasa Mereka seolah cakrawala Tahu atas macam segala Mereka seolah Tuhan FirmanNya tanpa kritikan Mereka seolah kaum Nurdin Sangkanya di kebenaran Mereka seolah bangsawan Kuncinya yang punya hukuman Mereka setan! Tak paham apa itu penyesalan Kini mereka jadi beton Sukar dibelokkan Maka kuanggap mereka batuan Tak [...] selengkapnya »
Tag:
October 16th, 2009 by Abdul Azis in Cerber, Karya Sastra
By Abdul Azis Kisah Sebelumnya (Bagi anda yang masih keder dengan cerita ini, atau belum tahu cerita sebelumnya, so alangkah lebih baiknya jika anda singgah dan baca terlebih dahulu “Ramalan Madam Durja, Oh Gila! Eps.1”) : Caca sudah gila! Dia sudah benar-benar sudah diperdaya oleh ramalan si Madam Durja. Kini, segala keberuntungan yang dihidayahkan Tuhan [...] selengkapnya »
Tag:
October 13th, 2009 by Abdul Azis in Cerber, Karya Sastra
by Abdul Azis Inspirasi: Setiap minggunya, sering kali aku mendapati kubangan cewek-cewek ayu yang sedang membaca majalah, bersenggama dengan rubrik andalan, ‘horoscop’ atau ‘ramalan’. Sebuah kegaduhan, ketika tiba-tiba mereka berteriak,”Yeah, aku bakal mendapatkan kekasih sejatiku” atau “Wah, keuanganku bakal payah, hari ini”. Seringkali aku agak jijik ketika melirik perilaku mereka itu, sebab seolah manusia yang tak punya [...] selengkapnya »
Tag:
October 10th, 2009 by Abdul Azis in Award, Gosip'e Cosmorary, Serba-Serbi
Rasanya sudah lebih dari sepekan ini, saya tidak bersapa bersama semuanya. Hati jadi beraduk tak karuan, ingin berteriak sekencang-kencangnya dan memanggil nama kawan satu persatu. Sedih dan sesal, mungkin itu dua kata yang patut untuk mesketsakan panorama hati kini. Hari-hari saya serasa dibayangi geliat garwa Cosmorary, yang memaksa saya buat melayani permintaan mesranya. Tapi [...] selengkapnya »
Tag:
September 27th, 2009 by Abdul Azis in Gosip'e Cosmorary, Serba-Serbi
Kalau diingat tentang kencan kali pertama saya, maka tak akan bisa dilupa juga saat kali pertama saya bisa membaca sebuah kalimat ekstra panjang, ialah saat masih dicap sebagai bocah kelas 1 SD. Suatu kebahagiaan mahadahsyat ketika bisa berhasil lulus di ujian membaca tanpa mengeja itu. Sehingga, mungkin sudah pantas rasanya, waktu itu, untuk mempraktikan keahlian [...] selengkapnya »
Tag:
September 25th, 2009 by Abdul Azis in Karya Sastra, Puisi
Kepicikan Hati: Abdul Azis Itu Izrail, terbang rendah Hendak beri petuah Menunduk Beri bungkus isi keris Disusul Jibril Datang menampar muka Buatku terjaga Sadar ada tugas yang kudu dilakonkan Tugas lama sang nenek moyang Yang wajibnya sudah tuntas Sepuluh tahun lalu Bunuh orang-orang goblok Indonesia! Siapa? Kepala batu yang tak bisa raba arti prinsip dan egoisme Pejabat dan pelajar yang hanya bekerja untuk syurga Pengemis yang tak punya jiwa ngemis Penghina [...] selengkapnya »
Tag:
September 23rd, 2009 by Abdul Azis in Cerpen, Karya Sastra
Cerita ini dipersembahkan untuk anak-anak miskin, pinggiran, dan jalanan yang senantiasa bersyukur dan berpegang teguh pada keimanan Islam By Abdul Azis Inspirasi: Anak-anak miskin, pinggiran, dan jalanan ialah yang menginspirasi lahirnya cerita ini. Suatu kebanggan mahadahsyat ketika aku mendapati kumpulan mereka, yang kata orang kumpulan sampah dan tidak berguna, yang pandai mensyukuri karunia Allah, tak pernah mengeluh, [...] selengkapnya »
Tag:

